7 Penyebab Rambut Rontok Berlebihan

Penyebab Rambut Rontok Berlebihan

Rambut rontok atau alopesia adalah penurunan jumlah rambut pada kulit kepala. Sebagian besar orang pernah mengalami rambut rontok. Merupakan suatu hal yang normal untuk kehilangan 100 helai rambut per harinya. Namun jika berlebihan, terkadang ada alasan medis yang menjadi penyebab kerontokan.

 

Penyebab rambut rontok berlebihan

 

Kerontokan Rambut Sebab Perubahan Hormon

Pola kerontokan rambut Sebab hormon dikenal dengan istilah medis sebagai alopesia androgenik. Kerontokan ini biasanya terjadi pada pria berusia di atas 50 tahun, atau pada wanita setelah melewati masa menopause.

Hormon yang diduga berperan dalam proses perontokan rambut adalah dihydrotestosterone (DHT). Hormon ini dihasilkan oleh hormon progesterone. DHT akan menyebabkan folikel rambut menyusut sehingga lama kelamaan rambut akan rontok.

Bentuk kerontokan pada wanita di sebabkan hormon yang terjadi di seluruh bagian rambut, tidak terpusat di daerah tertentu saja. Kerontokan pada wanita juga jarang sekali menimbulkan penipisan rambut di bagian-bagian tertentu.

Berbeda dari wanita, Pola kerontokan pria di sebabkan hormon yang bersifat khas, yakni membentuk lengkungan khas pada kedua sisi pelipis. Seiring berjalannya waktu, garis rambut akan berbentuk seperti huruf “M”. Selain di pelipis, puncak kepala juga akan mengalami kerontokan, sehingga menjadi rontok rambut total.

7 Penyebab Rambut Rontok Berlebihan

Selain karena perubahan hormon, kerontokan rambut juga bisa terjadi Sebab kondisi-kondisi tertentu, ini beberapa di antaranya yang menjadi penyebab rambut rontok berlebihan :

  1. Pengaruh gizi. Asupan gizi yang buruk dapat menyebabkan helai rambut yang tumbuh menjadi lebih tipis dan rapuh.
  2. Pengobatan Kanker.Kemoterapi, imunoterapi, dan radioterapi dapat menyebabkan jenis kerontokan rambut yang disebut anagen efluvium (kerontokan menyeluruh).Kerontokan ini juga bisa berdampak pada kulit kepala, wajah, dan tubuh. Namun sebagian besar kasus ini tidak bersifat permanen. Rambut biasanya dapat tumbuh kembali setelah beberapa bulan berhenti menjalani kemoterapi.
  3. Diabetes, sindrom Down, dan hipertiroidisme. Ketiga kondisi ini bisa menyebabkan kerontokan yang disebut alopesia areatayang ditandai dengan pitak seukuran koin besar. Kerontokan ini biasanya terjadi pada remaja serta kalangan dewasa muda. Namun sebagian besar rambut penderitanya akan kembali tumbuh setelah satu tahun.
  4. Tekanan psikologis. Tekanan psikologis (misalnya stres) dapat mengSebabkan penderita mengalami penipisan rambut di kepala. Namun kerontokan seperti ini biasanya hanya bersifat sementara.
  5. Efek samping obat-obatan.Kerontokan rambut juga bisa disebabkan oleh obat-obatan yang biasa digunakan untuk menangani arthritis, depresi, gangguan jantung, serta tekanan darah tinggi.
  6. Zat kimia. Rambut yang terlalu sering menjalani proses kimia di salon juga lebih rentan mengalami kerontokan. Sering mewarnai rambut dan meluruskannya secara permanen membuat batang rambut menjadi lebih rentan patah.
  7. Penyakit kulit dan autoimun tertentu. Penyakit kulit yang menyebabkan terbentuknya tukak dan sejumlah penyakit autoimun bisa menyebabkan kerontokan permanen. Contoh-contoh kondisi tersebut di antaranya adalah lichen planus, sarkoidosis, dan lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE)

 

Penanganan Kerontokan Rambut

Rambut rontok umumnya merupakan bagian dari reaksi alami tubuh Sebab penuaan, sehingga tidak membahayakan kesehatan Anda. Oleh karena itu, gangguan ini jarang membutuhkan penanganan medis. Tetapi jika kerontokan mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, langkah penanganan berikut dapat dilakukan.

Kebotakan pria dapat ditangani dengan dua jenis obat, yaitu finasteride dan minoxidil. Sedangkan kebotakan wanita ditangani dengan minoxidil.

Tujuan penanganan ini biasanya untuk alasan estetika. Keefektifan penanganan ini hanya berlangsung selama penderita menggunakan obat. Selain obat-obatan, operasi transplantasi rambut juga bisa dilakukan.

 

Tinggalkan Komentar